Showing posts with label Materi Pelajaran Kelas XI. Show all posts
Showing posts with label Materi Pelajaran Kelas XI. Show all posts

Monday, 19 April 2021

Kelas . XI. Sem 2. Kebudayaan

Pengertian Kebudayaan

Apa itu kebudayaan?

Koentjaraningrat berpendapat bahwa kebudayaan merupakan keseluruhan sistem gagasan, tindakan, dan hasil karya manusia dalam rangka kehidupan masyarakat yang dijadikan milik diri manusia dengan belajar. Kebudayaan adalah perilaku, cara orang bertindak, melakukan sesuatu dengan kesadaran yang didorong oleh akal sehat. Karena perilaku tanpa akal sehat, adalah perilaku kesurupan yang didorong oleh akal lain di luar akal sehat. Kebudayaan juga merupakan hasil. Sesuatu yang telah diciptakan oleh manusia.

Kemudian kebudayaan adalah hasil tersebut merupakan hasil belajar. Ada tingkatan dalam penurunan kebudayaan dengan belajar, dari proses imitasi, proses memahami, mengaplikasi, sampai dengan inovasi. Hasilnya adalah tata-tata kehidupan masyarakat.


Senada dengan Koentjaraningrat, Ralph Linton yang menyatakan bahwa:

“The culture of a society is the way of life of its members; the collection of ideas and habits which they learn share and transmit from generation to generation.”


Kebudayaan adalah cara hidup anggotanya; merupakan kumpulan gagasan dan kebiasaan yang mereka pelajari dan ajarkan, kemudian mereka teruskan secara turun-temurun.

Sementara Clifford Geertz memberikan catatan bahwa kebudayaan adalah:

“a system of inherited conceptions expressed in symbolic forms by means of which men communicate, perpetuate, and develop their knowledge about and attitudes toward life.”


Kebudayaan merupakan sistem konsepsi yang diwariskan dan diekspresikan atau dikecualikan hanya dalam bentuk simbolis yang dengannya manusia berkomunikasi, melanggengkan, dan mengembangkan pengetahuan mereka tentang dan sikap terhadap kehidupan. Dengan demikian Geertz hanya memasukkan dalam ranah kebudayaan adalah yang berbentuk simbol. Seperti bahasa, gestur, simbol-simbol dalam kesenian dll.

Apa saja wujud kebudayaan?

Kebudayaan secara universal atau keseluruhan memiliki unsur – unsur tertentu, antara lain:

  1. Bahasa;
  2. sistem kepercayaan;
  3. ilmu pengetahuan;
  4. sistem teknologi;
  5. sistem kekerabatan;
  6. sistem mata pencarian;
  7. kesenian.

Pengaruh Geografi terhadap Keberagaman Budaya di Indonesia

Indonesia dengan masyarakatnya yang multikultural turut dipengaruhi oleh kondisi geografi Indonesia yang tidak homogen. Indonesia sebagai negara kepulauan juga merupakan isolasi yang cukup kuat melestarikan keragaman budaya tersebut.


Dalam Sensus Penduduk 2010 yang dilakukan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) tersedia 1331 kategori suku. Sejumlah 1331 kategori itu merupakan kode untuk nama suku, nama lain atau alias suatu suku, nama sub suku, bahkan nama sub dari sub suku. Suku Jawa adalah suku terbesar dengan proporsi 40,05 persen dari jumlah penduduk Indonesia. Menempati posisi kedua adalah Suku Sunda sebesar 15,50 persen. Selanjutnya suku-suku lainnya memiliki proporsi di bawah lima persen penduduk Indonesia.

Jumlah bahasa daerah di Indonesia yang terdata oleh Badan Pengembangan Pembinaan Bahasa Kementerian Pendidikan Kebudayaan mencapai 652 bahasa daerah. Dari jumlah bahasa daerah yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia tersebut, paling banyak ada di Provinsi Papua, yakni sekitar 400-an bahasa.

Bahasa daerah di Papua terdata sangat banyak karena antara satu komunitas dengan komunitas lainnya memiliki bahasa masing-masing yang di antara mereka saling tidak memahami.

Beberapa faktor geografi yang berpengaruh terhadap keragaman budaya di Indonesia antara lain:

Iklim, Iklim mampu mempengaruhi pola kehidupan manusia. Manusia yang hidup di suatu daerah harus beradaptasi dengan tempat yang mereka tinggali. Udara di tempat dia tinggal, kelembaban juga curah hujan dan lama penyinaran matahari juga ikut mempengaruhi hal ini. menurut Koppen, ada tiga iklim besar yang terdapat di wilayah Indonesia, Af, Am, dan Aw. Dari tropis basah, sedang hingga tropis kering. Kemudian morfologi Indonesia yang beragam turut mempengaruhi perbedaan iklim di tiga wilayah iklim tersebut. Dalam cara berpakaian misalnya, orang-orang yang bermukim di wilayah dingin akan menggunakan pakaian yang lebih tebal dan bahan yang memberikan hangat dari pada mereka yang tinggal di daerah hangat.

Morfologi dan ketinggian tempat, morfologi dan ketinggian menurut Junghun berpengaruh terhadap tanaman yang dapat tumbuh, hal ini pada kebudayaan amat menentukan bagaimana cara dan bagaimana penduduk bercocok tanam. Orang bali yang tinggal di tempat pegunungan memanfaatkan kemiringan lereng untuk mengaliri sawahnya dengan sistem subak.

Laut, Indonesia merupakan negara kepulauan tentu memiliki budaya maritim yang kuat, arus laut yang berbeda-beda di laut Indonesia diadaptasi dengan cara yang berbeda-beda pula. Kita mengenal perahu bercadik dan tidak bercadik pada nelayan Indonesia. Nelayan pantai selatan Jawa memiliki perahu bercadik karena ombak laut selatan terkenal ganas.

Sungai, Sungai-sungai besar dan panjang yang airnya mengalir sepanjang tahun karena curah hujan yang tinggi. Menjadi rahim dari lahirnya banyak kerajaan-kerajaan besar di Nusantara. Sriwijaya, Kutai kerta negara yang terkenal dengan transportasi airnya. Selain itu sungai telah lama dimanfaatkan orang Indonesia untuk sistem irigasi. Bukankah budaya feodal juga lahir dari penguasaan atas sumber-sumber pengairan.

Keragaman budaya yang dimiliki Indonesia adalah manifestasi interaksi masyarakat dengan alam Indonesia yang heterogen. Keragaman ini adalah karunia yang harus disyukuri.

Persebaran Keragaman Budaya Indonesia

Sensus Penduduk 2010 mengelompokkan seluruh wilayah administrasi Indonesia menjadi tujuh wilayah atau pulau, yang secara histori merupakan asal komunitas suku bangsa tertentu. Ketujuh wilayah tersebut adalah Sumatra, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua.


Koentjaraningrat menilai, klasifikasi suku bangsa Indonesia masih berdasarkan sistem lingkaran hukum adat yang disusun oleh van Vollenhoven. Menurut van Vollenhoven, ada 19 lingkaran hukum adat di Indonesia sebagai berikut:


Aceh;

Gayo-Alas dan Batas,. Nias dan Batu;

Minangkabau, . Mentawai;

Sumatra Selatan, . Enggano;

Melayu;

Bangka dan Biliton (Belitung);

Kalimantan;

Minahasa,  Sangir Talaud;

Gorontalo;

Toraja;

Sulawesi Selatan;

Ternate;

Maluku,  Kepulauan Barat Daya;

Nugini;

Timor;

Bali-Lombok;

Jawa Tengah dan Jawa Timur;

Surakarta-Yogyakarta;

Jawa Barat.

Salah satu unsur kebudayaan adalah bahasa. Secara tipologis, bahasa daerah Indonesia dapat dibedakan ke dalam rumpun bahasa Austronesia, dan rumpun bahasa Papua.


Rumpun bahasa Austronesia merupakan mayoritas di Indonesia, sekitar 66 % adalah rumpun bahasa ini. Rumpun bahasa ini tersebar dari Taiwan dan Hawaii di ujung utara sampai Selandia Baru di ujung selatan, dan dari Madagaskar di ujung barat sampai Pulau Paskah di ujung timur. Persebaran Austronesia terjadi karena leluhur Austronesia melakukan migrasi ke Filipina. Dari sini kemudian menyebar ke pulau-pulau di Nusantara. Secara genealogis, bahasa-bahasa Austronesia terdiri dari tiga kelompok: 1) Melayu-Polinesia Barat (Sumatra, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Bali, Lombok, Sumbawa bagian barat). 2) Melayu-Polinesia Tengah (Sunda kecil, mulai Sumbawa bagian timur ke arah timur, kecuali Halmahera). 3) Halmahera Selatan-Papua Barat.

Rumpun bahasa Papua, tersebar di Nusa Tenggara Timur, Maluku, dan Papua.

Pembentukan Kebudayaan Nasional

Bangsa Indonesia yang plural, terbentuk atas beragam etnis, agama, dll. bukan hanya pengaruh dari dalam, dari luar pun turut mewarnai kebudayaan Indonesia, lewat proses asimilasi dan akulturasi. Kebudayaan Indonesia telah dipengaruhi Hindu-Budha yang datang dari India sejak 400 tahun sebelum Masehi. Mahabharata dan Ramayana telah banyak diadaptasi dalam kebudayaan Indonesia bahkan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya telah mengakar pada kepribadian orang Indonesia.


Selain Hindu-Budha, kebudayaan Islam juga telah beradaptasi di Indonesia, sejak awal abad ke 13. Bahkan Islam kini menjadi agama mayoritas orang Indonesia. Kebudayaan Barat masuk ke Indonesia sejak orang Portugis pertama mendarat di Nusantara, menyebarkan agama Katolik, dan orang-orang Belanda mendarat di Nusantara sekitar tahun 1500 Masehi membawa agama Protestan.


Bukanlah hal mudah untuk mempersatukannya dalam wujud kebudayaan nasional yang tunggal. Perbedaan ini harus diterima dengan satu kontrak kebangsaan Bhinneka Tunggal Ika. Sehingga seluruh perbedaan dapat menyetu dalam Indonesia. Bent Anderson, menuliskan bingkai nasionalisme Indonesia ini bagai the imagine society (komunitas yang dibayangkan).


Konsep tentang kebudayaan Indonesia yang kemudian diperjelas menjadi kebudayaan nasional (Indonesia) atau kebudayaan bangsa bukan merupakan pembahasan baru dalam konteks kehidupan masyarakat Indonesia.


Sutan Takdir Alisyahbana, menyebutkan bahwa kebudayaan nasional Indonesia sebagai suatu kebudayaan yang universal. Unsur-unsur dikreasikan terutama yang masih langka dan dimiliki masyarakat Indonesia masa itu, yaitu: teknologi, ekonomi, keterampilan berorganisasi, ilmu pengetahuan.


Sementara tokoh budayawan lian, Poerbatjaraka menggariskan bahwa kebudayaan nasional Indonesia harus berakar pada kebudayaan Indonesia sendiri, artinya harus berakar pada kebudayaan suku-suku bangsa yang ada di Nusantara. Dianjurkan pula agar manusia Indonesia banyak mempelajari sejarah kebudayaan sendiri.


Menurut Ki Hajar Dewantara, kebudayaan nasional Indonesia adalah puncak kebudayaan daerah. Dalam hal ini ia telah memasukkan aspek mutu karena ungkapan puncak berarti unsur-unsur kebudayaan daerah yang paling tinggi mutunya.


Keajekan konsep kebudayaan nasional ini dianggap penting karena selain di dalamnya termuat berbagai pedoman nilai juga mencerminkan simbol identitas bangsa, sebagaimana tertuang dalam UUD 1945 sebagai berikut:


Undang-undang Dasar (UUD) 1945 Pasal 32 menyatakan bahwa Pemerintah memajukan kebudayaan nasional Indonesia. Selanjutnya, penjelasan pasal tersebut menyatakan bahwa kebudayaan bangsa ialah kebudayaan yang timbul sebagai buah usaha budinya rakyat Indonesia seluruhnya. Kebudayaan lama dan asli yang terdapat sebagai puncak-puncak kebudayaan di daerah-daerah di seluruh Indonesia terhitung sebagai kebudayaan bangsa. Usaha kebudayaan harus menuju ke arah kemajuan adab, budaya, dan persatuan dengan tidak menolak bahan-bahan baru dari kebudayaan asing yang dapat memperkembangkan atau memperkaya kebudayaan bangsa sendiri, serta mempertinggi derajat kemanusiaan bangsa Indonesia.


Menurut Undang-undang RI Nomor 5 tahun 2017, Pemajuan Kebudayaan dilaksanakan berlandaskan Pancasila, Undang-undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika. Dan asas pemajuan kebudayaan Indonesia adalah:

  1. toleransi;
  2. keberagaman;
  3. kelokalan;
  4. lintas wilayah;
  5. partisipatif;
  6. manfaat;
  7. keberlanjutan;
  8. kebebasan berekspresi;
  9. keterpaduan;
  10. kesederajatan; dan
  11. gotong royong.

Objek Pemajuan Kebudayaan meliputi:

  1. tradisi lisan;
  2. manuskrip;
  3. adat istiadat;
  4. ritus;
  5. pengetahuan tradisional;
  6. teknologi tradisional;
  7. seni;
  8. bahasa;
  9. permainan rakyat; dan
  10. olahraga· tradisional.

Pelestarian dan Pemanfaatan Produk Kebudayaan Indonesia dalam Bidang Ekonomi Kreatif dan Pariwisata

Banyak karya-karya kebudayaan tradisional Indonesia yang hampir punah bahkan punah. Anak-anak muda tidak mau lagi memakai, menggunakan, atau mempelajarinya karena menganggapnya telah ketinggalan zaman. Hal ini sangat disayangkan karena banyak dari budaya kita baru disadari ternyata memiliki nilai yang amat tinggi. Hal ini sebenarnya wajar, karena kebudayaan adalah sesuatu yang dinamis, dapat berubah sesuai perkembangan zamannya.


Jadi cukup tepat jika sub judul ini adalah “pelestarian”. Karena makna lestari lebih condong pada awet, “pengawetan”. Dalam satu wawancara dengan Hari Rusli (Almarhum) seniman Bandung. Menurut beliau, Sulit bagi kita untuk memaksa anak muda untuk terus mencintai kesenian-kesenian tradisional, karena zamannya memang sudah berubah. Yang kita bisa hanyalah memasukkan jenis-jenis karya kesenian yang kita miliki ke dalam museum, beserta dengan perangkat-perangkat untuk mempelajarinya. Sehingga suatu saat nanti ketika adalah orang yang mau belajar, jelas tempat di mana orang harus belajar, dan karya-karya tersebut tidak punah.


Seperti seni pertunjukan wayang misalnya. Sekarang ini seni pertunjukan wayang selalu sepi penonton seperti dulu ketika jamannya. Namun dengan adanya museum wayang, serta jurusan pewayangan di universitas-universitas kesenian. Masih banyak generasi muda yang mau belajar seni pewayangan, sehingga wayang masih dapat terus lestari.


Selain dengan menyimpan dan mengawetkannya di tempat yang tepat seperti museum dan sekolah. Yang dapat dilakukan adalah dengan melakukan revitalisasi kebudayaan tradisional sehingga kesenian tradisional dapat beradaptasi dengan perkembangan jaman dan kembali menjadi tren. Salah satu yang berhasil direvitalisasi adalah batik. Bahkan batik Indonesia telah diakui sebagai warisan budaya dunia.


Batik Budaya Indonesia diakui Dunia

Batik yang sempat tenggelam karena perkembangan zaman. Lewat usaha semua pihak, termasuk dukungan pemerintah batik kembali menjadi kesenian populer. Kesenian batik sudah ada sejak zaman Kerajaan Majapahit. Bati adalah seni lukis di atas kain dengan metode yang khas zaman dahulunya hanya digunakan oleh kalangan bangsawan kerajaan saja. Karena banyak dari kalangan bangsawan yang pergi ke luar istana dan mengenakan batik maka batik juga menjadi populer digunakan oleh rakyat kebanyakan.

Batik juga merupakan simbol lahirnya pergerakan kemerdekaan Indonesia. Lahirnya organisasi Serikat Islam (SI) di dahului oleh kelahiran Serikat Dagang Islam (SDI) yang merupakan perkumpulan para pedagang batik. Masuknya pakaian ala barat perlahan menenggelamkan batik sebagai pakaian nasional Indonesia.

Para perancang busana modern Indonesia, memasukkan batik sebagai bahan dasar rancangannya hingga batik seperti lahir kembali dalam wujudnya yang lebih modern. Pemerintah mencanangkan hari batik nasional. Pakaian batik dijadikan salah satu pakaian dinas harian, tidak hanya di instansi pemerintah, juga di perusahaan swasta dan sekolah. Untuk menghadiri acara pernikahan, wisuda, dll. Bahkan batik juga dapat menjadi pakaian sehari-hari.

Pasar batik kembali menggeliat. Pengrajin batik terus bertambah, tidak hanya di pasar tradisional batik juga masuk pada pasar modern. Batik kembali menjadi peluang pasar yang seksi untuk memperoleh keuntungan.

Masih lebih banyak lagi produk kebudayaan Indonesia yang bisa kembali menjadi tren, sehingga kembali dapat dinikmati masyarakat. Ini perlu digali lebih dalam. Dalam hal butuh strategi kebudayaan yang efektif, agar produk kebudayaan lokal kita yang hampir punah kembali tampil sebagai sesuatu yang baru dan inovatif.


Kebudayaan dan Pariwisata

Ditilik dari laman detik.com (17/10/2017) Pariwisata menjadi primadona baru bagi sektor pembangunan. Karena pemasukan dari devisa dan tenaga kerja memperolah angka yang cukup signifikan.

Devisa dari sektor pariwisata pada 2016 sebesar US$ 13,568 miliar berada di posisi kedua setelah CPO US$ 15,965 miliar. Pada 2015, devisa dari sektor pariwisata sebesar US$ 12,225 miliar atau berada di posisi keempat di bawah Migas US$ 18,574 miliar, CPO US$ 16,427 miliar, dan batu bara US$ 14,717 miliar.


Pariwisata bagi Indonesia adalah sesuatu yang sangat potensial. Potensial untuk lebih banyak lagi mendatangkan keuntungan utamanya untuk menambah pendapatan negara (GNP). Potensi tempat-tempat kunjungan wisata Indonesia sangat banyak. Kalau dulu kita hanya kenal Bali dan Yogyakarta, sekarang banyak orang datang ke Papua untuk menikmat Raja Ampat, datang ke Labuan Bajo untuk melihat komodo, datang ke Lombok. Dll.


Ada banyak alasan wisatawan mau berkunjung ke Indonesia. Antara lain:

  1. Alam Indonesia yang indah;
  2. Orang-orang Indonesia yang ramah;
  3. Makanan tradisional Indonesia yang lezat;
  4. Kekayaan tradisi Indonesia; dan
  5. Biaya hidup yang murah.

Selain alam Indonesia yang Indah, ternyata kebudayaan Indonesia yang kaya menjadikan para turis, suka datang dan betah tinggal di Indonesia. Adat ketimuran orang-orang Indonesia terkenal ramah. Sopan-santun dan budi pekerti adalah warisan nenek moyang yang patut dijaga eksistensinya. Kemudian kekayaan Indonesia dengan aneka rempah, juga kecerdasan bangsa Indonesia dalam meramu bumbu-bumbu tersebut menjadikan masakan Indonesia terkenal lezat-lezat. Nasi orang telah mendunia, rendang pernah ditulis oleh satu majalah internasional sebagai makanan terlezat di dunia, dan banyak lagi.


Indonesia ada negara yang kaya akan tradisi, bahkan pendukung tradisi itu sangat banyak dan sangat kuat mempertahankannya. Kebanyakan dari karya-karya kesenian kita adalah kesenian tradisi yang tidak lepas dari unsur penyembahan pada yang kuasa. Bali terkenal sebagai tempat wisata dunia, selain karena alamnya yang indah, juga karena tradisi-tradisinya yang unik.


Secara statistik kunjungan wisatawan manca negara Indonesia masih kalah dengan negara tetangga seperti Thailand, atau Singapura. Tapi harus diyakini potensi pariwisata Indonesia jauh lebih besar dari kedua negara tersebut. Luas wilayah Indonesia, panjang garis pantai, pulau-pulau yang ribuan jumlahnya, keanekaragaman suku dan tradisi, semuanya adalah potensi bagi pengembangan pariwisata di Indonesia.


Hubungan antara kebudayaan dan pariwisata sangat lah erat dan kuat. Tetap terjaga dan lestarinya kebudayaan kita dengan mempertahankan kedinamisannya adalah modal kuat untuk mendapatkan pendapatan negara yang lebih besar dari sektor pariwisata.


Ekonomi Kreatif

Ekonomi kreatif adalah suatu konsep perekonomian di era ekonomi baru yang mengintensifkan informasi dan kreativitas dengan mengedepankan ide dan pengetahuan dari sumber daya manusia sebagai faktor produksi yang paling utama.


Beberapa ciri ekonomi kreatif antara lain:


Terdapat beberapa unsur utama seperti kreativitas, keahlian, dan talenta yang memiliki nilai jual melalui penawaran kreasi intelektual.

Produk yang dihasilkan (barang dan jasa) memiliki siklus hidup singkat, margin tinggi, beraneka ragam, persaingan tinggi, dan dapat ditiru.

Terdiri atas penyediaan produk kreatif langsung pada pelanggan dan pendukung penciptaan nilai kreatif pada sektor lain yang secara tidak langsung berhubungan dengan pelanggan.

Dibutuhkan kerja sama yang baik antara berbagai pihak yang berperan dalam industri kreatif, seperti kaum intelektual, dunia usaha, dan pemerintah.

Creative economy berbasis pada ide atau gagasan.

Pengembangan industri kreatif tidak terbatas dan dapat diterapkan pada berbagai bidang usaha.

Konsep creative economy yang dibangun bersifat relatif.

Yang termasuk dalam ekonomi kreatif antara lain:

  1. Periklanan
  2. Arsitektur
  3. Pasar barang seni
  4. Kerajinan (handicraft)
  5. Kuliner
  6. Desain
  7. Fashion
  8. Film, video, dan fotografi
  9. Musik
  10. Seni pertunjukan
  11. Penerbitan dan percetakan
  12. Layanan komputer dan piranti lunak
  13. Radio dan televisi
  14. Riset dan pengembangan
  15. Kebudayaan Indonesia Sebagai Bagian dari Kebudayaan Global

Thomas L. Friedman, dalam bukunya yang berjudul World is Plat yang menganalisis globalisasi pada awal abad ke-21 mengungkap perkembangan perdagangan Internasional dan internet telah jauh menggeser perekonomian dan kebudayaan dunia. India lahir sebagai kekuatan baru dengan perkembangan industri internet dan sumber daya manusianya yang mumpuni. Kemampuan generasi milenial India untuk memecahkan masalah millennium bug bagi dunia komputer internet, telah menghantarnya India pada perekonomian yang lebih maju. Industri perfilman India “Bollywood”, adalah satu jenis kebudayaan Indonesia yang berhasil diimpor ke seluruh dunia.


Selain India, China juga berkembang pesat sebagai negara dengan pertumbuhan ekonomi terpesat di dunia. Kemampuan China untuk mengimitasi produk-produk dunia. Menempatkan China sebagai negara industri baru yang amat disegani. Majalah Forbes tahun 2019 merilis, China adalah negara penghasil orang kaya baru terbanyak di dunia.

Globalisasi tidak hanya menempatkan dunia pada satu pasar bebas, tapi juga transfer kebudayaan bergerak bebas seperti tanpa filter. Tidak tertutup kemungkinan dunia akan menjadi satu dalam satu kebudayaan yang disebut olah Jean Baudrillard, dengan nada yang pesimis sebagai budaya konsumen. Budaya yang telah diciptakan oleh globalisasi dan pasar bebas. budaya konsumen adalah jenis dari “budaya materi” (material culture). Hal ini berangkat dari watak universal manusia yang berusaha mencukupi kebutuhan materialnya. Dalam hal ini, sebagaimana diargumenkan konsumsi yang terjadi dalam semua masyarakat berada “ di luar perdagangan”  atau tidak terbatas pada perdagangan semata, tetapi selalu merupakan gejala budaya sebagaimana halnya sebuah gejala ekonomi.

Globalisasi membawa nilai-nilai baru bagi masyarakat dunia. Telah lahir cara pandang baru masyarakat untuk memberikan nilai atas segala hal. Nilai adalah esensi paling tinggi dari sebuah kebudayaan.


Budaya Post Modern

Jean Baudrillard, Sosiolog Prancis, menulis bahwa ada empat cara suatu benda mendapatkan nilai, pada masyarakat post modern.  


Keempat proses pembuatan nilai adalah:


Nilai fungsional suatu objek; tujuan instrumentalnya (nilai pakai). Pena, misalnya, menulis; kulkas mendingin.

Kedua adalah nilai tukar suatu objek; nilai ekonominya. Satu pena mungkin bernilai tiga pensil; dan satu lemari es mungkin sebanding dengan gaji yang diperoleh selama tiga bulan bekerja;

Ketiga adalah nilai simbolis dari suatu objek; nilai yang diberikan subjek ke objek dalam kaitannya dengan subjek lain. Sebuah pena mungkin melambangkan hadiah kelulusan sekolah siswa atau hadiah pembicara permulaan; atau berlian dapat menjadi simbol cinta perkawinan yang diumumkan secara publik.

Terakhir adalah nilai tanda suatu objek; nilainya dalam sistem objek. Pena tertentu dapat, meskipun tidak memiliki manfaat fungsional tambahan, menandakan prestise relatif terhadap pena lain; cincin berlian mungkin tidak memiliki fungsi sama sekali, tetapi dapat menyarankan nilai sosial tertentu, seperti rasa atau kelas.

Produk-produk kebudayaan tidak lagi memata dilihat dengan nilai fungsional, atau nilai tukarnya, tapi lebih kepada nilai simbolis dan nilai tanda. Banyak orang membeli smart phone Apple, banyak yang didasarkan atas nilai tandanya dari pada nilai fungsionalnya. Brand value, telah menjadi indikator penting bagi keberhasilan suatu usaha. Supermarket telah mengalahkan pasar-pasar tradisional bukan karena pelayanan dan harganya, tapi karena berbelanja di supermarket lebih bergengsi dari pada belanja di pasar tradisional.


Bagaimana dengan produk-produk kebudayaan Indonesia. Apakah produk-produk kebudayaan Indonesia dapat bersaing dengan produk global yang telah memiliki Brand value yang lebih tinggi. Apakah Warteg dapat bersaing dengan Mc Donald dan KFC? Pertanyaan ini mestinya tidak menjadi kerisauan yang berkelanjutan. Kreativitas yang tinggi dibutuhkan untuk Indonesia bisa bersaing dengan produk-produk global.


Dalam dunia post modern, revolusi 4.0, kebudayaan Indonesia mau tidak mau harus berhadapan secara vis to vis dengan budaya global. Jika kalah bersaing kebudayaan Indonesia dapat saja lenyap menyatu dalam budaya globalisasi yang oleh Antony Gidden, digambarkan sebagai truk besar yang bergerak turun tanpa kendali, menggerus apa saja yang ada hadapannya. Indonesia akan kehilangan seluruh identitas kebudayaan nasionalnya.


Sumber:

Yasinto Shindu P, Geografi untuk SMA/MA Kelas IX, Erlangga, Jakarta 2017

https://gurugeografi12.com/ 

http://file.upi.edu/Direktori/FPIPS/JUR._PEND._GEOGRAFI/197210242001121-BAGJA_WALUYA/Pengelolaan_Lingkungan_Hidup_untuk_Tk_SMA/BAB_2_HUBUNGAN_MANUSIA_DAN_LINGKUNGAN.pdf.

http://file.upi.edu/Direktori/FPIPS/JUR._PEND._SEJARAH/195903051989011-SYARIF_MOEIS/MAKALAH__3.pdf.




Monday, 16 November 2020

Kelas XI. BAB. III Pengelolaan Sumber Daya Alam Indonesia

 SUMBER DAYA ALAM


Sumber daya alam adalah semua yang terdapat di alam (kekayaan alam) yang dapat  dimanfaatkan oleh manusia untuk mencukupi segala kebutuhan hidupnya. Sumber daya alam terbagi dua yaitu sumber daya alam hayati dan sumber daya alam non hayati. Sumber daya alam hayati disebut juga sumber daya alam biotik yaitu semua yang terdapat di alam (kekayaan alam) berupa makhluk hidup. Sedangkan sumber daya alam non hayati atau sumber daya alam abiotik adalah semua kekayaan alam yang dapat dimanfaatkan oleh manusia berupa benda mati.

Jenis-jenis Sumber Daya Alam

Sumber Daya Alam Berdasarkan Sifatnya

1. SDA yang Dapat Diperbaharui (Renewable)

 SDA yang dapat diperbaharui merupakan sumber daya alam yang apabila dimanfaatkan dan habis maka dapat dilestarikan kembali. Sumber daya alam ini dapat bereproduksi dan memiliki daya regenerasi (pulih kembali). Contohnya air, tanah, tumbuhan dan hewan. Karena sumber daya alam bersifat terbatas, maka tetap harus dijaga kelestariannya. Pelestarian ini berfungsi agar keseimbangan ekosistem dapat terjaga.

2. SDA yang Tidak Dapat Diperbaharui (Non Renewable)

 SDA yang tidak dapat diperbaharui adalah sumber daya alam yang apabila dimanfaatkan atau digunakan sampai habis maka sumber daya alam itu tidak dapat dilestarikan kembali, seperti emas, batu bara, minyak bumi, tembaga dan lain-lain.

3. SDA yang Tidak Akan Habis (sustainable)

 SDA yang tidak akan habis merupakan sumber daya alam yang tidak akan habis sehingga jika kita manfaatkan sebesar-besarnya SDA ini tidak akan habis dan akan terus ada, seperti udara, sinar matahari, energi pasang surut dan energi laut.



Sumber Daya Alam Berdasarkan Potensinya

  • Sumber Daya Alam Materi

Sumber daya alam materi merupakan sumber daya alam yang dimanfaatkan oleh manusia dalam bentuk fisiknya, seperti batu, besi, kayu, kapas dan sejenisnya.

  • Sumber Daya Alam Energi

Sumber daya alam energi merupakan segala sesuatu yang berasal dari alam yang dimanfaatkan dari segi energi yang dihasilkan, seperti sinar matahari, barang tambang, kincir angin, batu bara, minyak bumi dan lain-lain.

  • Sumber Daya Alam Ruang

Sumber daya alam ruang merupakan sumber daya alam yang berupa ruang atau tempat hidup, contohnya adalah hamparan tanah atau daratan dan ruang angkasa.

Sumber Daya Alam Berdasarkan Jenisnya

  • Sumber Daya Alam Hayati (Biotik)

Sumber daya alam hayati adalah sumber daya alam yang dihasilkan dari makhluk hidup (hewan atau tumbuhan). Contohnya adalah hasil pertanian, perkebunan, peternakan, pertambakan dan perikanan.



  • Sumber Daya Alam Non Hayati (Abiotik) 

Sumber daya alam non hayati merupakan sumber daya alam yang tidak berasal dari makhluk hidup atau disebut abiotik, contohnya adalah air, tanah, dan barang tambang. 

Demikianlah pembahasan  kita manfaatkan dan lestarikan sumber daya alam kita seefektif dan seefisien mungkin, demi masa depan anak dan cucu kita, tanamkanlah kepada mereka rasa cinta kepada alam. Kita sendiri, marilah kita cintai alam kita sebagaimana kita mencintai diri kita sendiri, karena kita manusia yang mempunyai nilai-nilai kemanusiaan.   


Pengelolaan Sumber Daya Alam Berdasarkan Prinsip Ekofiensi

Pengelolaan sumber daya alam berdasarkan prinsip ekofiensiadalah menggunakan sumber daya alam dengan biaya yang murahdan meminimalkan dampak negatif terhadap lingkungan. Ekofiensi mempunyai dua prinsip, yaitu prinsip mengoptimalkan daya dukung lingkungan dan prinsip kedua meningkatkan efisiensi bahan baku.   Contoh penerapan prinsip ekofiensi dalam kehidupan sehari-hari, seperti:

1) menghemat penggunaan listrik,

2) menghemat penggunaan air,

3) menggunakan bensin super tanpa timbal untuk kendaraan,

4) mendaur ulang kertas yang tidak terpakai,

5) menjadikan sampah sebagai sampah atau pupuk,

6) mendaur ulang barang yang sudah tidak terpakai (reuse),

7) menggunakan kembali barang yang sudah dipakai (recycle),

8) mengurangi eksploitasi yang berlebihan terhadap alam (reduce).


Menurut UU No.11 Tahun 1967, bahan tambang tergolong menjadi 3 jenis, yakni Golongan A (yang disebut sebagai bahan strategis), Golongan B (bahan vital), dan Golongan C (bahan tidak strategis dan tidak vital).

Bahan Golongan A merupakan barang yang penting bagi pertahanan, keamanan dan strategis untuk menjamin perekonomian negara dan sebagian besar hanya diizinkan untuk dimiliki oleh pihak pemerintah, contohnya minyak, uranium dan plutonium. Sementara,

Bahan Golongan B dapat menjamin hayat hidup orang banyak, contohnya emas, perak, besi dan tembaga.

Bahan Golongan C adalah bahan yang tidak dianggap langsung mempengaruhi hayat hidup orang banyak, contohnya garam, pasir, marmer, batu kapur dan asbes. Industri pertambangan.


Barang tambang dan persebarannya Di Indonesia :

(1.) Minyak bumi

Ada banyak tambang minyak bumi di Indonesia. Daerah-daerah penghasil tambang minyak sebagai berikut :

           1. Tambang minyak di pulau Sumatera terdapat di Aceh (Lhoksumawe dan Peureula); Sumatera                 Utara (Tanjung Pura); Riau (Sungaipakning, Dumai); dan Sumatera Selatan (Plaju, Sungai                       Gerong, Muara Enim).

          2. Tambang minyak di pulau Jawa terdapat di Wonokromo, Delta (Jawa Timur); Cepu, Cilacap                    di  (Jawa Tengah); dan Majalengka, Jatibarang (Jawa Barat). 

          3. Tambang minyak di pulau Kalimantan terdapat di Balikpapan, Pulau Tarakan, Pulau Bunyu                   dan Sungai Mahakam (Kalimantan Timur) serta Amuntai, Tanjung, dan Rantau (Kalimantan                   Selatan)

          4. Maluku (Pulau Seram dan Tenggara), serta

          5. Irian Jaya (Klamono, Sorong, dan Babo).

(2.) Bauksit (bijih aluminium)

Penambangan bauksit berada di daerah Riau (Pulau Bintan) dan Kalimantan Barat (Singkawang).

(3.) Batu bara

Penambangan batu bara terdapat di Sumatera Barat (Ombilin, Sawahlunto), Sumatera Selatan (Bukit Asam, Tanjungenim), Kalimantan Timur (Lembah Sungai Berau, Samarinda), Kalimantan Selatan (Kotabaru/Pulau Laut), Kalimantan tengah (Purukcahu), Sulawesi Selatan (Makassar), dan Papua (Klamono).

(4.) Besi

Penambangan besi terdapat di daerah Lampung (Gunung Tegak), Kalimantan Selatan (Pulau Sebuku), Sulawesi Selatan (Pegunungan Verbeek), dan Jawa Tengah (Cilacap).

(5.) Timah

Penambangan timah terdapat di daerah Pulau Bangka (Sungai Liat), Pulau Belitung (Manggara), dan Pulau Singkep (Dabo).

(6.) Emas

Penambangan emas terdapat di daerah Nangroe Aceh Darussalam (Meulaboh), Riau (Logos), Bengkulu (Rejang Lebong), Sulawesi Utara (Bolaang Mongondow, Minahasa), Kalimantan Barat (Sambas), Jawa Barat (Cikotok, Pongkor), dan Freeport (Timika, Papua).

(7.) Tembaga

Penambangan tembaga terdapat di daerah Irian Jaya (Tembagapura).

(8.) Nikel

Ditambang dari daerah Sulawesi Tenggara (Soroako).

(9.) Marmer

Ditambang dari daerah Jawa Timur (Tulungagung), Lampung, Makassar, Timor.

(10.) Mangan

Ditambang dari daerah Yogyakarta (Kliripan), Jawa Barat (Tasikmalaya), dan Kalimantan Selatan (Martapura).

(11.) Aspal

Ditambang dari daerah Sulawesi Tenggara (Pulau Buton).

(12.) Belerang

Ditambang dari daerah Jawa Barat (Gunung Patuha), Jawa Timur (Gunung Welirang).

(13.) Yodium

Ditambang dari daerah Jawa Tengah (Semarang), Jawa Timur (Mojokerto).


Baca juga: Flora dan Fauna Di Indonesia dan Dunia

Pemanfaatan Sumber Daya Alam

1. Bidang Pertanian

Tanah merupakan sumberdaya alam yang dapat dimanfaatkan, keadaan tanah yang subur serta didukung oleh iklim tropis dapat dimanfaatkan oleh penduduk indonesia untuk mencari nafkah pada bidang pertanian, bidang pertanian di Indonesia secara umum dapat dibagi dalam dua hal, yaitu

a. Pertanian lahan kering

yaitu pengelolaannya mengandalkan air hujan, yang hanya dapat berguna pada saat musim hujan. Pada saat musim kemarau lahan tidak ditanami apapun. Lahan ini dikembangkan pada ketinggian 500-1.500 m. Dengan suhu udara yang sejuk, sehingga dapat ditanami sayuran, buah-buahan, serta palawija.

b. Pertanian lahan basah

masyarakat Indonesia menyebutnya dengan sawah. Petani mengembangkan lahan ini pada dataran rendah (300 m kebawah). Ketersediaan air dimanfaatkan dari sungai atau irigasi disekitarnya. Jenis tanaman yang ditanam adalah padi.


2. Bidang Perkebunan

Lahan yang baik juga dapat digunakan sebagai tempat berkebun, untuk menanam tanaman semusim maupun lainnya. Perkebunan dibagi menjadi perkebunan besar yang merupakan kebun yang dikelola oleh perusahan berbadan hukum, dan perkebunan rakyat yang merupakan kebun yang dikelola oleh rakyat.

Perkebunan yang umum digunakan di Indonesia adalah untuk menanam kopi, teh, kelapa sawit, cengkeh, pala, karet, vanili, lada, dan coklat.

3. Bidang Peternakan

Lahan dapat digunakan sebagai peternakan, dan hewan yang di urus dapat menjadi sumberdaya yang renewable. Sehingga dapat dikembangbiakkan, dan dapat menambah produktivitas dari segi pangan maupun ekonomi. Sesuatu yang dihasilkan dari hewan ternak seperti telur, dan susu dapat digunakan sebagai sumber ekonomi masyarakat dari hasil penjualan, begitu pula dengan daging unggas yang diternak. Peternakan yang sering dilakukan di Indonesia adalah peternakan ayam, bebek, sapi, babi, dan kuda.

4. Bidang Perikanan

Perikanan merupakan sumberdaya yang luas yang terdapat di laut maupun air tawar, karena Indonesia termasuk negara maritim yang dua pertiganya adalah perairan, maka memudahkan masyarakat Indonesia memanfaatkan sumberdaya alam ini. Hewan yang hidup didalam air terus berkembang biak, sehingga sumberdaya alam ini selalu terbaharui. Akan tetapi penting pula bagi masyarakat menjaga sumberdaya alam ini dengan memerhatikan hal tertentu dalam menangkap ikan dan hewan air lainnya, agar penghuni diperairan ini dapat terus hidup dan berkembang biak.

5. Bidang Pertambangan

Pertambangan dapat dikelola oleh masyarakat maupun perusahaan. Perusahaan baik itu pemerintah maupun swasta dapat mengelola pertambangan. Minyak bumi dimanfaatkan untuk berbagai keperluan, seperti bahan bakar minyak, listrik, industri, kendaraan, dan juga dapat menjadi sumber ekonomi ketika dilakukan ekspor danpenjualan lainnya.

6. Bidang Kehutanan

Sumberdaya alam hutan sangat berlipah di Indonesia. Hutan dimanfaatkan penduduk untuk berbagai keperluan, baik sebagai sumber pangan, penghasil kayu bangunan ataupun sebagai sumber tambang dan mineral berharga. Pemanfaatan hutan selanjutnya dilakukan secara intensif dengan mengambil secara besar-besaran sumber daya yang ada di dalamnya.

Monday, 26 October 2020

kelas XI. Sem 1. Bab 2. E. Pemanfaatan flora dan fauna Indonesia sebagai sumber daya alam.

 

Pemanfaatan flora dan fauna Indonesia 



Beberapa manfaat dari flora dan fauna sebagai sumber daya alam nabati dan hewani, beriku cara pemanfaatan flora dan fauna sebagai sumber daya alam.

1. Sumber pangan

Flora dan fauna merupakan sumber pangan utama bagi manusia. Sebut saja untuk golongan flora seperti beras, gandum, singkong, buah-buahan, dan sebagainya. Serta fauna di mana termasuk hewan ternak dan produk turunannya merupakan kebutuhan utama manusia untuk sumber pangan sehari-hari. Sumber pangan ini tidak akan pernah habis jika manusia terus mengembangbiakannya.

Di negara kita sendiri, Indonesia, kurang lebih ada sekitar 400 jenis tanaman penghasil buah, 370 tanaman penghasil sayuran, dan ratusan jenis hewan dan ikan yang dapat dikonsumsi oleh manusia. Keanekaragaman hayati di Indonesia ini tersebar dari ujung barat hingga timur Indonesia.


2. Peternakan

Tempat untuk membudidayakan hewan ternak ini tidak hanya bermanfaat untuk sumber pangan. Namun, juga sebagai aktivitas ekonomi manusia. Hewan ternak dapat dijual kemudian hasinya dapat digunakan untuk kebutuhan yang lainnya.

3. Perikanan

Tak jauh berbeda dengan peternakan. Jika peternakan sebagai tempat untuk hewan-hewan ternak yang umumnya hidup di darat, perikanan lebih fokus menjadi tempat pengembangbiakan ikan dan segala biota yang ada di air seperti air tawar, payau, maupun asin.

4. Sumber pendapatan/devisa

Berbagai jenis kayu yang ada di hutan Indonesia dapat dijadikan sebagai bahan baku industri kerajinan dan perabotan rumah tangga. Beberapa jenis hewan dan bagian dari tumbuhan pun bisa dimanfaatkan oleh industri kosmetik. Semua ini dapat diperjualbelikan di luar negeri dan mendatangkan devisa bagi negara.

5. Hiasan

Manusia selain mempunyai kebutuhan pokok, juga mempunyai kebutuhan sekunder dan tersier. Salah satu alasan manusia membutuhkan kebutuhan tersiernya untuk memenuhi kesenangan hati karena keindahan yang dilihatnya. Nah, flora dan fauna juga bisa dimanfaatkan manusia untuk kepuasan dan kesenangan ini. Salah satunya dengan menjadikannya sebagai hiasan.

Tak hanya tumbuhan dan hewan yang masih hidup yang digunakan sebagai hiasan. Tak sedekit orang menjadikan bagian-bagian dari tubuh hewan sebagai hiasan. Misalnya seperti gading gajah, kulit harimau atau buaya, kepala rusa, dan sebagainya.

6. Tradisi atau Budaya

Budaya berasal dari kata budi dan daya, merupakan warisan dari leluhur yang bernilai historis tinggi dan perlu untuk dilestarikan. Di Indonesia, tak jarang flora dan fauna digunakan sebagai salah satu bentuk budaya suatu daerah. Misalnya seperti karapan sapi di Madura. Daerah ini menjadikan sapi untuk perlombaan balap sapi dan mendatangkan nilai ekonomi bagi daerahnya.

7. Sumber energi

Sumber energi untuk manusia melakukan aktivitasnya sehari-hari tidak hanya dari sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui seperti barang tambang, misalnya minyak bumi sebagai bahan bakar kendaraan saja. Matahari, angin, air, atau yang lainnya juga dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi. Selain itu, manusia juga memanfaatkan sumber daya alam dari flora dan fauna untuk energi seperti tenaga kerbau digunakan untuk membajak sawah, kotoran kuda dan ternak lainnya digunakan untuk bahak bakar alternatif, dan sebagainya.




Menjaga kelestarian flora dan fauna

Memang, flora dan fauna sebagai sumber daya alam hayati dan hewani merupakan jenis sumber daya alam yang dapat diperbaharui. Namun, jika manusia terus-menerus melakukan eksploitasi tanpa memikirkan untuk melestarikannya, maka dampak kerusakan flora dan fauna pun bisa saja terjadi.

untuk mencegah semakin punahnya flora dan fauna agar manusia tetap dapat mempertahankan hidupnya, perlu dilakukan upaya-upaya pelestarian ekosistem seperti:

a. Cagar alam dan suaka margasatwa penting untuk dibangun. Tempat ini dikhususkan untuk melindungi flora dan fauna agar perkembangiakannya tidak terganggu. Engan adanya tempat khusus seperti suaka margasatwa dan cagar alam ini daoat berfungsi untuk melindungi hewan dari kepunahan, menjaga kesuburan tanah, menyimpan cadangan air tanah, dan sebagainya.

b. Pentingnya membangun pusat rehabilitasi sebagai tempat penangkaran hewan-hewan tertentu untuk melindungi hewan dari perburuan liar dan menjauhkannya dari ancaman kepunahan.

c. Pemerintah, industri, dan masyarakat harus memiliki pengetahuan tentang pembangunan yang ramah lingkungan. Pembangunan suatu wilayah harus memperhatikan keseimbangan lingkungan sehingga manusia tidak merusak hubungan dengan lingkungan.

d. Pemerintah perlu tegas untuk menetapkan hewan-hewan yang hampir punah untuk dilindungi dan larangan untuk membunuh atau memburu hewan-hewan tersebut.

e. Turut andil dalam menjaga pelestarian hutan, misalnya mencegah penebangan liar serta pembalakan hutan; reboisasi (pohon yang ditebang perlu untuk diganti dengan pohon lain); serta melakukan sistem tebang pilih yaitu hanya menebang pohon yang sudah berusia tua.

f. Turut serta dalam usaha pelestarian hewan, misalnya tidak berburu hewan dengan sembarangan; mengawasi jual beli hewan dari dan ke luar negeri; mengembalikan hewan ke habitat aslinya.

g. Ikut melestarikan biota laut, misalnya mencegah penggunaan bahan peledak dalam penangkapan ikan; hanya mengambil ikan-ikan besar dan bukan anak ikan dari laut; mencegah perusakan terumbu karang dan biota laut lainnya.



baca juga: Sebaran Flora dan Fauna di Indonesia

Tuesday, 20 October 2020

Pemetaan Materi Pembelajaran Geografi Kelas XI

Materi Pembelajaran Geografi Kelas XI 


SEMESTER I

A. POSISI STRATEGIS INDONESIA SEBAGAI POROS MARITIM DUNIA

  1. Letak, luas, dan batas wilayah Indonesia.
  2. Karakteristik wilayah daratan dan perairan Indonesia.
  3. Perkembangan jalur transportasi dan perdagangan internasional di Indonesia.
  4. Potensi dan pengelolaan sumber daya kelautan Indonesia. 

B. FLORA DAN FAUNA DI INDONESIA DAN DUNIA

  1. Karakteristik bioma di dunia. 
  2. Faktor-faktor yang memengaruhi sebaran flora dan fauna.
  3. Persebaran jenis-jenis flora dan fauna di Indonesia dan dunia.
  4. Konservasi flora dan fauna di Indonesia dan dunia.
  5. Pemanfaatan flora dan fauna Indonesia sebagai sumber daya alam.

C. PENGELOLAAN SUMBER DAYA ALAM INDONESIA

  1. Klasifikasi sumber daya.
  2. Potensi dan persebaran sumber daya alam kehutanan, pertambangan, kelautan, dan pariwisata di Indonesia.
  3. Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) dalam pembangunan.
  4. Pemanfaatan sumberdaya alam dengan prinsip-prinsip pembangunan berkelanjutan

D. KETAHANAN PANGAN, INDUSTRI DAN ENERGI

  1. Pengertian ketahanan pangan, bahan industri, serta energi baru dan terbarukan.
  2. Potensi dan persebaran sumber daya pertanian, perkebunan, perikanan, dan peternakan untuk ketahanan pangan nasional. 
  3. Potensi dan persebaran sumber daya untuk penyediaan bahan industri. 
  4. Potensi dan persebaran sumber daya untuk penyediaan energi baru dan terbarukan. 
  5. Pengelolaan sumber daya dalam penyediaan bahan pangan, bahan industri, serta energi baru dan terbarukan di Indonesia.

Baca juga: Materi Lengkap Kelas XI

SEMESTER II

E. DINAMIKA KEPENDUDUKAN DI INDONESIA

  1. Faktor dinamika dan proyeksi kependudukan
  2. Mobilitas penduduk dan tenaga kerja.
  3. Kualitas penduduk dan Indeks Pembangunan Manusia.
  4. Bonus demografi dan dampaknya terhadap pembangunan.
  5. Permasalahan yang diakibatkan dinamika kependudukan.
  6. Sumberdata kependudukan.
  7. Pengolahan dan analisis data kependudukan.

F. KERAGAMAN BUDAYA INDONESIA

  1. Pengaruh faktor geografis terhadap keragaman budaya di Indonesia.
  2. Persebaran keragaman budaya di Indonesia.
  3. Pembentukan kebudayaan nasional.
  4. Pelestarian dan pemanfaatan produk kebudayaan Indonesia dalam bidang ekonomi kreatif dan pariwisata.
  5. Kebudayaan Indonesia sebagai bagian dari kebudayaan global.

G. MITIGASI BENCANA ALAM

  1. Jenis dan karakteristik bencana alam. 
  2. Siklus penanggulangan bencana.
  3. Persebaran wilayah rawan bencana alam di Indonesia.
  4. Lembaga-lembaga yang berperan dalam penanggulangan bencana alam.
  5. Partisipasi masyarakat dalam mitigasi bencana alam di Indonesia.


Monday, 19 October 2020

kelas XI. Sem 1. Bab 2. Penyebab Penyebaran Flora dan Fauna di Bumi

 Penyebab Penyebaran Flora dan Fauna di Permukaan Bumi


Alasan mengapa flora dan fauna di berbagai wilayah memang berbeda-beda dengan tempat lainnya.



Wednesday, 14 October 2020

Kelas XI. Sem 1. Bab 2. Konservasi Flora dan Fauna Di Indonesia

Pengertian Konservasi 


Konservasi (Conservation) adalah sebuah pengawetan, perlindungan, atau penyelamatan sumber daya alam.  Berdasarkan UU No. 5 Tahun 1990 tentang konservasi. disebutkan bahwa konservasi sumber daya alam hayati adalah pengelolaan sumber daya alam hayati yang pemanfaatannya silakukan secara bijaksana untuk menjamin kesinambungan persediaannya dengan tetap memelihara dan meningkatkan kualitas keragaman dan nilainya. 

Berdasarkan UU No, 5 Tahun 1990 dan UU No.23 Tahun 1997, Indonesia melakukan dua metode konsevasi, yaitu metode Insitu dan metode Eksitu.

1. Metode Insitu
 
Metode insitu merupakan metode konservasi yang dilakukan secara langsung di habitat aslinya.
Artinya metode ini dilakukan tanpa harus memindahkan flora dan fauna menuju ke penangkaran.

Upaya yang dilakukan untuk melakukan sebuah konservasi menggunakan metode Insitu seperti:

a. Cagar Alam
Cagar alam merupakan kawasan yang keadaan alamnya memiliki kekhasan tumbuhan, satwa, dan ekosistem. Terdapat beberapa kriteria suatu kawasan ditetapkan menjadi sebuah cagar alam, yaitu:
Memiliki keragaman, baik flora maupun fuana.
Memiliki kondisi alam, baik biota maupaun fisiknya masih asli dan belum tersentuh manusia (masih alami).
Contoh cagar alam di Indonesia seperti: Cagar alam Rafflesia di Bengkulu untuk melindungi bunga raflesia, cagar alam Cibodas di kaki Gunung Gede Jawa Barat, cagar alam Lalijiwo di Jawa Timur, cagar alam Pananjung-Pangandaran di Jawa Barat. dan masih banyak cagar alam yang lainnya.

b. Taman Nasional
Taman Nasional merupakan kawasan pelestarian alam yang memiliki ekosistem asli, dikelola dengan zonasi, serta dimanfaatkan untuk penelitian, pendidikan, menunjang budidaya, dan pariwisata.



Terdapat beberapa kriteria suatu kawasan disebut sebagai taman nasional yaitu:

Memiliki suatu yang khas dan bersifat unik.
Dapat dikembangkan untuk tujuan lain dalam kehidupan sehari-hari.
Memiliki kawasan yang cukup luas sehingga dapat menjamin kelagsungan ekosistem di dalamnya.
Contoh taman nasional di Indonesia yaitu: Taman nasional Ujung Kulon di Banten, taman nasional Komodo, taman nasional Bromo Tengger, dan lain-lain.

c. Hutan Lindung
Hutan Lindung adalah kawasan hutan yang telah ditetapkan oleh pemerintah atau kelompok masyarakat untuk melindungi keragaman flora dan fauna yang memiliki fungsi sebagai pemenuh kebutuhan masyarakat.

Contoh hutan lindung di Indonesia yaitu hutan lindung Taman Raya Bung Hatta dan hutan lindung Sungai Wain.

d. Suaka Margasatwa
Suaka margasatwa adalah kawasan suaka alam yang ditetapkan untuk melindungi satwa tertentu dan habitatnya.

Kriteria sebuah kawasan dijadikan sebagai suaka margasatwa yaitu:

Satwa bisa hidup dan berkembang biak secara alami.
Merupakan habitat dari suatu jenis satwa yang langka, atauhampir punah.
Memiliki kawasan yang luas, sehingga bisa menjadi habitat bagi satwa tersebut.
Contoh suaka margasatwa di Indonesia yaitu suaka marga satwa Gunung Leuser di Aceh, suaka margasatwa Baluran di Bali, suaka margasatwa Pulau Mojo di Sulawesi, dan masih banyak yang lainnya.


2. Metode Eksitu
Metode eksitu adalah sebuah upaya konservasi flora dan fauna yang dilakukan diluar habitat aslinya. Metode ini digunakan ketika habitat asli dari flora dan fauna tersebut mengalami kerusakan yang parah.

Sebuah konservasi dengan menggunakan metode eksitu harus benar-benar memperhatikan berbagai macam aspek, seperti kemiripan dengan habitat aslinya, luas wilayah, dan lingkungannya.
 
Berikut adalah jenis-jenis upaya konservasi dengan menggunkakan metode eksitu.

a. Taman Safari
Taman safari adalah salah satu upaya menjaga keanekaragaman hayati, dengan cara membuatkan suatu tempat baru yang lingkungannya dibuat semirip mungkin dengan habitat asal dari flora dan fauna tersebut.


Contohnya yaitu Taman Safari Indonesia.

b. Taman Hutan Raya
Taman hutan raya merupakan kawasan konservasi hutan yang digunakan untuk mengkoleksi flora dan fauna asli atau bersal dari tempat lain.

Taman hutan raya juga bisa dimanfaatkan sebagai tempat untuk melakukan sebuah penelitian dan kegiatan pendidikan.

Contoh taman hutan raya yaitu Taman Hutan Raya Bukit Barisan.

c. Kebun Binatang
kebun binatang merupakan suatu kawasan untuk tetap menjaga kelestarian flora dan fauna, dengan cara membuatkan suatu kandang yang sesuai dengan lingkungannya dan dibuat secara terpisah.

Ada banyak sekali kebun binatang di Indonesia, contohnya kebun binatang Ragunan, kebun binatang Gembiraloka dan lain-lain.


Baca juga: Kelas XII Wilayah dan Perwilayahan



Wednesday, 7 October 2020

Kelas XI. Sem 1. Bab 2. Sebaran Flora dan Fauna di Indonesia

Sebaran Flora dan Fauna di Indonesia







Secara umum, persebaran flora dan fauna di Indonesia dipengaruh oleh letak geografisnya. Berdasarkan wilayah dan karakteristik flora dan faunanya, kita dapat membagi Indonesia menjadi tiga, yaitu Indonesia Barat, Tengah, dan Timur. 

Ketiga bagian ini dipisahkan oleh garis Wallace dan garis Weber: garis Wallace memisahkan Indonesia bagian barat dan tengah, sedangkan garis Weber memisahkan Indonesia tengah dan timur.



1. Indonesia Bagian Barat (Asiatis)

Flora dan fauna yang terdapat di wilayah Indonesia bagian barat disebut juga sebagai tipe Asiatis. Wilayah barat meliputi Pulau Jawa, Sumatera, dan Kalimantan. Hal ini disebabkan karena tumbuhan dan satwanya hampir sama dengan yang ditemukan di benua Asia pada umumnya.

Untuk flora, jenis-jenis yang ditemukan di wilayah barat ini sifatnya heterogen, seperti tanaman lumut, paku, jamur, meranti, mahoni, dan damar. Hal ini dikarenakan iklim hujan tropis dengan curah hujan yang tinggi.

Jenis hutan yang terdapat di bagian barat termasuk hutan hujan tropis, hutan musim, hutan sabana tropis, dan hutan bakau di pesisir pantai. Salah satu flora endemik Indonesia yang berada di wilayah barat adalah bunga bangkai Bengkulu atau Raflesia Arnoldi.

Untuk fauna, jenis-jenis yang ditemukan di sini di antaranya adalah reptil, mamalia, burung, dan ikan. Ada banyak fauna endemik Indonesia yang terdapat di bagian barat, seperti badak bercula satu, tapir, harimau Sumatera, orangutan, dan pesut Mahakam.

Baca Juga: Materi kelas XII. Wilayah dan Perwilayahan

2. Indonesia Bagian Tengah (Peralihan)

Flora dan fauna yang ditemukan di bagian tengah Indonesia disebut sebagai tipe peralihan. Wilayah Indonesia yang termasuk ke bagian tengah adalah Pulau Sulawesi, Bali, dan Nusa Tenggara.

Iklim Indonesia bagian tengah memiliki kelembaban udara dan curah hujan yang rendah. Karena itu, flora yang ditemukan di wilayah ini didominasi oleh rempah-rempah seperti pala, cengkeh, cendana, eboni, dan anggrek.



Di sisi fauna, banyak pula terdapat hewan endemik Indonesia yang menempati Indonesia bagian tengah, di antaranya adalah komodo, anoa, babi rusa, dan burung maleo.

3. Indonesia Bagian Timur (Australis)

Wilayah Indonesia yang meliputi Pulau Papua, Maluku, dan sekitarnya termasuk ke dalam bagian timur dan disebut juga sebagai tipe Australis. Hal ini disebabkan oleh karakteristik flora dan faunanya yang menyerupai flora dan fauna di benua Australia.

Bagian timur didominasi oleh hutan hujan tropis dan hutan pegunungan. Flora yang dapat ditemukan di antaranya adalah pohon sagu dan nipah. Ada pula pohon rasamala, tanaman eucalyptus, dan matoa.

Sementara itu, fauna endemik yang terdapat di Indonesia bagian timur di antaranya adalah burung cenderawasih, kasuari, nuri sayap hitam, dan kangguru pohon.