Wednesday, 21 October 2020

Pemetaan Materi Pembelajaran Geografi Kelas XII

Materi Pembelajaran Geografi Kelas XII


SEMESTER I

A. KONSEP WILAYAH  DAN TATA RUANG

  1. Konsep wilayah dan tata ruang.
  2. Pembangunan dan pertumbuhan wilayah.
  3. Perencanaan tata ruang nasional, provinsi, dan kabupaten/kota
  4. Permasalahan dalam penerapan tata ruang wilayah.

B. INTERAKSI KERUANGAN DESA DAN KOTA

  1. Struktur keruangan serta perkembangan desa dan kota.
  2. Pola dan faktor-faktor interaksi desa dan kota. 
  3. Usaha pemerataan pembangunan di desa dan kota.
  4. Dampak perkembangan kota terhadap masyarakat desa dan kota.


SEMESTER II

C. PEMANFAATAN PETA, PENGINDRAAN JAUH, DAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS

  1. Interpretasi peta dan pengolahan citra pengindraan jauh terkait jaringan transportasi dan tata guna lahan.
  2. Analisis keruangan pada Sistem Informasi Geografis (SIG) terkait potensi wilayah dan kesehatan lingkungan.


D. KERJA SAMA NEGARA MAJU DAN BERKEMBANG

  1. Karakteristik dan persebaran negara maju dan berkembang di dunia.
  2. Regionalisasi kawasan dunia berdasarkan pusat pertumbuhan ekonomi 
  3. Bentuk-bentuk kerja sama negara maju dan berkembang di dunia.
  4. Dampak pasar bebas terhadap Indonesia.
  5. Strategi pembangunan Indonesia untuk menjadi negara maju..


Tuesday, 20 October 2020

Pemetaan Materi Pembelajaran Geografi Kelas XI

Materi Pembelajaran Geografi Kelas XI 


SEMESTER I

A. POSISI STRATEGIS INDONESIA SEBAGAI POROS MARITIM DUNIA

  1. Letak, luas, dan batas wilayah Indonesia.
  2. Karakteristik wilayah daratan dan perairan Indonesia.
  3. Perkembangan jalur transportasi dan perdagangan internasional di Indonesia.
  4. Potensi dan pengelolaan sumber daya kelautan Indonesia. 

B. FLORA DAN FAUNA DI INDONESIA DAN DUNIA

  1. Karakteristik bioma di dunia. 
  2. Faktor-faktor yang memengaruhi sebaran flora dan fauna.
  3. Persebaran jenis-jenis flora dan fauna di Indonesia dan dunia.
  4. Konservasi flora dan fauna di Indonesia dan dunia.
  5. Pemanfaatan flora dan fauna Indonesia sebagai sumber daya alam.

C. PENGELOLAAN SUMBER DAYA ALAM INDONESIA

  1. Klasifikasi sumber daya.
  2. Potensi dan persebaran sumber daya alam kehutanan, pertambangan, kelautan, dan pariwisata di Indonesia.
  3. Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) dalam pembangunan.
  4. Pemanfaatan sumberdaya alam dengan prinsip-prinsip pembangunan berkelanjutan

D. KETAHANAN PANGAN, INDUSTRI DAN ENERGI

  1. Pengertian ketahanan pangan, bahan industri, serta energi baru dan terbarukan.
  2. Potensi dan persebaran sumber daya pertanian, perkebunan, perikanan, dan peternakan untuk ketahanan pangan nasional. 
  3. Potensi dan persebaran sumber daya untuk penyediaan bahan industri. 
  4. Potensi dan persebaran sumber daya untuk penyediaan energi baru dan terbarukan. 
  5. Pengelolaan sumber daya dalam penyediaan bahan pangan, bahan industri, serta energi baru dan terbarukan di Indonesia.

Baca juga: Materi Lengkap Kelas XI

SEMESTER II

E. DINAMIKA KEPENDUDUKAN DI INDONESIA

  1. Faktor dinamika dan proyeksi kependudukan
  2. Mobilitas penduduk dan tenaga kerja.
  3. Kualitas penduduk dan Indeks Pembangunan Manusia.
  4. Bonus demografi dan dampaknya terhadap pembangunan.
  5. Permasalahan yang diakibatkan dinamika kependudukan.
  6. Sumberdata kependudukan.
  7. Pengolahan dan analisis data kependudukan.

F. KERAGAMAN BUDAYA INDONESIA

  1. Pengaruh faktor geografis terhadap keragaman budaya di Indonesia.
  2. Persebaran keragaman budaya di Indonesia.
  3. Pembentukan kebudayaan nasional.
  4. Pelestarian dan pemanfaatan produk kebudayaan Indonesia dalam bidang ekonomi kreatif dan pariwisata.
  5. Kebudayaan Indonesia sebagai bagian dari kebudayaan global.

G. MITIGASI BENCANA ALAM

  1. Jenis dan karakteristik bencana alam. 
  2. Siklus penanggulangan bencana.
  3. Persebaran wilayah rawan bencana alam di Indonesia.
  4. Lembaga-lembaga yang berperan dalam penanggulangan bencana alam.
  5. Partisipasi masyarakat dalam mitigasi bencana alam di Indonesia.


Monday, 19 October 2020

Pemetaan Materi Pembelajaran Geografi Kelas X

Materi Pembelajaran Geografi Kelas X 

SEMESTER I

A. PENGETAHUAN DASAR GEOGRAFI

  1. Ruang lingkup pengetahuan geografi.
  2. Objek studi dan aspek geografi.
  3. Konsep esensial  geografi dan contoh terapannya.
  4. Prinsip geografi dan contoh terapannya.
  5. Pendekatan geografi dan contoh terapannya.
  6. Keterampilan geografi.

B. PENGETAHUAN DASAR PEMETAAN
  1. Dasar-dasar pemetaan, pengindraan jauh, dan sistem informasi geografis.
  2. Jenis peta dan penggunaannya.
  3. Jenis citra Pengindraan Jauh dan interpretasi citra. 
  4. Teori pengolahan data dalam Sistem Informasi Geografis (SIG).

C. BUMI SEBAGAI RUANG KEHIDUPAN
  1. Teori pembentukan planet Bumi.
  2. Perkembangan kehidupan di Bumi.
  3. Dampak rotasi dan revolusi Bumi terhadap kehidupan di Bumi.

D. DINAMIKA LITOSFER DAN DAMPAKNYA TERHADAP KEHIDUPAN
  1. Karakteristik lapisan-lapisan Bumi.
  2. Proses tektonisme dan pengaruhnya terhadap kehidupan.
  3. Proses vulkanisme dan pengaruhnya terhadap kehidupan.
  4. Proses seisme dan pengaruhnya terhadap kehidupan.
  5. Proses tenaga eksogen dan pengaruhnya terhadap kehidupan.
  6. Pembentukan tanah dan persebaran jenis tanah. 
  7. Pemanfaatan dan konservasi tanah.
  8. Lembaga-lembaga yang menyediakan dan memanfaatkan data geologi di Indonesia.

SEMESTER II

E. DINAMIKA ATMOSFER DAN DAMPAKNYA TERHADAP KEHIDUPAN
  1. Karakteristik lapisan-lapisan atmosfer Bumi.
  2. Pengukuran unsur-unsur cuaca dan interpretasi data cuaca.
  3. Klasifikasi tipe iklim dan pola iklim global.
  4. Karakteristik iklim di Indonesia dan pengaruhnya terhadap aktivitas manusia.
  5. Pengaruh perubahan iklim global terhadap kehidupan.
  6. Lembaga-lembaga yang menyediakan dan memanfaatkan data cuaca dan iklim di Indonesia.

F. DINAMIKA HIDROSFER DAN DAMPAKNYA TERHADAP KEHIDUPAN
  1. Siklus hidrologi.
  2. Karakteristik dan dinamika perairan laut.
  3. Persebaran dan pemanfaatan biota laut.
  4. Pencemaran dan konservasi perairan laut.
  5. Potensi, sebaran, dan pemanfaatan perairan darat. 
  6. Konservasi air tanah dan Daerah Aliran Sungai (DAS).
  7. Lembaga-lembaga yang menyediakan dan memanfaatkan data hidrologi di Indonesia.

G. LANGKAH-LANGKAH PENELITIAN GEOGRAFI
  1. Mengamati fenomena geografis.
  2. Merumuskan pertanyaan penelitian geografi.
  3. Mengumpulkan serta mengolah data geografis. 
  4. Menganalisis data geografis.
  5. Membuat laporan penelitian.

kelas XI. Sem 1. Bab 2. Penyebab Penyebaran Flora dan Fauna di Bumi

 Penyebab Penyebaran Flora dan Fauna di Permukaan Bumi


Alasan mengapa flora dan fauna di berbagai wilayah memang berbeda-beda dengan tempat lainnya.



Wednesday, 14 October 2020

Kelas X. Sem. 1. Bab 2.Teori Pembentukan Tata Surya

B. Teori Pembentukan Tata Surya


Tata Surya adalah kumpulan benda langit yang terdiri atas sebuah bintang yang disebut Matahari dan semua objek yang terikat oleh gaya gravitasinya. Objek-objek tersebut termasuk delapan buah planet yang sudah diketahui dengan orbit berbentuk elips, lima planet kerdil/katai, 173 satelit alami yang telah diidentifikasi, dan jutaan benda langit (meteor, asteroid, komet) lainnya.

Tata Surya terbagi menjadi Matahari, empat planet bagian dalam, sabuk asteroid, empat planet bagian luar, dan di bagian terluar adalah Sabuk Kuiper dan piringan tersebar. Awan Oort diperkirakan terletak di daerah terjauh yang berjarak sekitar seribu kali di luar bagian yang terluar.

Berdasarkan jaraknya dari Matahari, kedelapan planet Tata Surya ialah Merkurius (57,9 juta km), Venus (108 juta km), Bumi (150 juta km), Mars (228 juta km), Jupiter (779 juta km), Saturnus (1.430 juta km), Uranus (2.880 juta km), dan Neptunus (4.500 juta km). Keempat planet terdalam, yaitu Merkurius, Venus, Bumi, dan Mars adalah planet kebumian yang terdiri atas batuan dan logam. Sementara itu, keempat planet terluar adalah planet raksasa yang jauh lebih besar dari planet kebumian. Dua planet terbesar, yaitu Jupiter dan Saturnus adalah planet raksasa gas yang sebagian bersar terdiri atas hidrogen dan helium. Dua planet lainnya, Uranus dan Neptunus, adalah planet raksasa es yang terdiri atas senyawa dengan titik leleh lebih tinggi dari hidrogen dan helium, disebut senyawa volatil seperti air, amonia, dan metana. Van Weizsaecker, G.P. Kuipper dan Subrahmanyan Chandarasekar. Menurut teori protoplanet, di sekitar matahari terdapat kabut gas yang membentuk gumpalan-gumpalan yang secara evolusi berangsur-angsur menjadi gumpalan padat. Gumpalan kabut gas tersebut dinamakan protoplanet.


Baca Juga: Kelas X Teori Pembentukan Bumi

Banyak hipotesis tentang asal usul Tata Surya telah dikemukakan para ahli, beberapa di antaranya adalah

1. Hipotesis Nebula atau Kabut (Kant-Laplace)

Hipotesis ini pertama kali dikemukakan oleh Emanuel Swedenborg pada tahun 1734 dan disempurnakan oleh Immanuel Kant pada tahun 1775. Hipotesis serupa juga dikembangkan oleh Pierre Marquis de Laplace. Pada hipotesis ini, yang juga disebut Nebula Kant-Laplace, dinyatakan bahwa pada tahap awal, tata surya masih berupa kumpulan kabut raksasa. Kabut yang merupakan asal usul tata surya ini dan tersusun dari debu, es, dan gas dengan kandungan hidrogen tinggi kemudian mengalami penyusutan karena gaya gravitasi yang dimilikinya. Selama proses penyusutan kabut tersebut berputar sehingga akhirnya memanas dan berubah menjadi bintang raksasa. Nah, bintang raksasa itu adalah matahari.


Ukuran dari matahari raksasa tersebut terus menyusut dan berputar semakin cepat, sehingga cincin-cincin gas dan es terlempar keluar ke sekeliling matahari. Pada akhirnya, akibat adanya gaya tarik gravitasi dan penurunan temperatur, gas dan es tersebut memadat dan membentuk planet-planet. Bulan-bulan dari planet juga terbentuk dengan cara yang hampir sama.

2. Hipotesis Planetisimal

Hipotesis planetisimal pertama kali dikemukakan oleh Thomas C. Chamberlin dan Forest R. Moulton pada tahun 1900. Menurut hipotesis ini, Tata Surya terbentuk akibat adanya bintang lain yang lewat cukup dekat dengan Matahari, pada masa awal pembentukan Matahari. Kedekatan tersebut menyebabkan terjadinya tonjolan pada permukaan Matahari, dan bersama proses internal Matahari, menarik materi berulang kali dari Matahari.


Efek gravitasi bintang mengakibatkan terbentuknya dua lengan spiral yang memanjang dari Matahari. Sementara sebagian besar materi tertarik kembali, sebagian lain akan tetap di orbit, mendingin dan memadat, dan menjadi benda-benda berukuran kecil yang mereka sebut planetisimal dan beberapa yang besar sebagai protoplanet. Objek-objek tersebut bertabrakan dari waktu ke waktu dan membentuk planet dan bulan, sementara sisa-sisa materi lainnya menjadi komet dan asteroid.

3. Hipotesis Pasang Surut Bintang

Hipotesis pasang surut bintang pertama kali dikemukakan oleh James Jeans pada tahun 1917. Planet dianggap terbentuk karena mendekatnya bintang lain kepada Matahari. Keadaan yang hampir bertabrakan menyebabkan tertariknya sejumlah besar materi dari Matahari dan bintang lain tersebut oleh gaya pasang surut bersama mereka, yang kemudian terkondensasi menjadi planet. Namun, astronom Harold Jeffreys tahun 1929 membantah bahwa tabrakan yang sedemikian itu hampir tidak mungkin terjadi. Demikian pula astronom Henry Norris Russell, yang mengemukakan keberatannya atas hipotesis tersebut. Kamu gimana?



4. Hipotesis Bintang Kembar

Hipotesis bintang kembar dikemukakan pertama kali oleh Fred Hoyle pada tahun 1956. Menurut hipotesis ini, dahulunya Tata Surya adalah berupa dua bintang yang hampir sama ukurannya dan berdekatan, yang salah satunya meledak meninggalkan serpihan-serpihan kecil. Serpihan itu terperangkap oleh gravitasi bintang yang tidak meledak dan mulai mengelilinginya.


5. Hipotesis Protoplanet

Teori ini dikemukakan oleh Carl Van Weizsaecker, G.P. Kuipper dan Subrahmanyan Chandarasekar. Menurut teori protoplanet, di sekitar matahari terdapat kabut gas yang membentuk gumpalan-gumpalan yang secara evolusi berangsur-angsur menjadi gumpalan padat. Gumpalan kabut gas tersebut dinamakan protoplanet.


Baca Juga: Kelas XI Sebaran Flora dan Fauna di Indonesia