Wednesday, 14 October 2020

Kelas XI. Sem 1. Bab 2. Konservasi Flora dan Fauna Di Indonesia

Pengertian Konservasi 


Konservasi (Conservation) adalah sebuah pengawetan, perlindungan, atau penyelamatan sumber daya alam.  Berdasarkan UU No. 5 Tahun 1990 tentang konservasi. disebutkan bahwa konservasi sumber daya alam hayati adalah pengelolaan sumber daya alam hayati yang pemanfaatannya silakukan secara bijaksana untuk menjamin kesinambungan persediaannya dengan tetap memelihara dan meningkatkan kualitas keragaman dan nilainya. 

Berdasarkan UU No, 5 Tahun 1990 dan UU No.23 Tahun 1997, Indonesia melakukan dua metode konsevasi, yaitu metode Insitu dan metode Eksitu.

1. Metode Insitu
 
Metode insitu merupakan metode konservasi yang dilakukan secara langsung di habitat aslinya.
Artinya metode ini dilakukan tanpa harus memindahkan flora dan fauna menuju ke penangkaran.

Upaya yang dilakukan untuk melakukan sebuah konservasi menggunakan metode Insitu seperti:

a. Cagar Alam
Cagar alam merupakan kawasan yang keadaan alamnya memiliki kekhasan tumbuhan, satwa, dan ekosistem. Terdapat beberapa kriteria suatu kawasan ditetapkan menjadi sebuah cagar alam, yaitu:
Memiliki keragaman, baik flora maupun fuana.
Memiliki kondisi alam, baik biota maupaun fisiknya masih asli dan belum tersentuh manusia (masih alami).
Contoh cagar alam di Indonesia seperti: Cagar alam Rafflesia di Bengkulu untuk melindungi bunga raflesia, cagar alam Cibodas di kaki Gunung Gede Jawa Barat, cagar alam Lalijiwo di Jawa Timur, cagar alam Pananjung-Pangandaran di Jawa Barat. dan masih banyak cagar alam yang lainnya.

b. Taman Nasional
Taman Nasional merupakan kawasan pelestarian alam yang memiliki ekosistem asli, dikelola dengan zonasi, serta dimanfaatkan untuk penelitian, pendidikan, menunjang budidaya, dan pariwisata.



Terdapat beberapa kriteria suatu kawasan disebut sebagai taman nasional yaitu:

Memiliki suatu yang khas dan bersifat unik.
Dapat dikembangkan untuk tujuan lain dalam kehidupan sehari-hari.
Memiliki kawasan yang cukup luas sehingga dapat menjamin kelagsungan ekosistem di dalamnya.
Contoh taman nasional di Indonesia yaitu: Taman nasional Ujung Kulon di Banten, taman nasional Komodo, taman nasional Bromo Tengger, dan lain-lain.

c. Hutan Lindung
Hutan Lindung adalah kawasan hutan yang telah ditetapkan oleh pemerintah atau kelompok masyarakat untuk melindungi keragaman flora dan fauna yang memiliki fungsi sebagai pemenuh kebutuhan masyarakat.

Contoh hutan lindung di Indonesia yaitu hutan lindung Taman Raya Bung Hatta dan hutan lindung Sungai Wain.

d. Suaka Margasatwa
Suaka margasatwa adalah kawasan suaka alam yang ditetapkan untuk melindungi satwa tertentu dan habitatnya.

Kriteria sebuah kawasan dijadikan sebagai suaka margasatwa yaitu:

Satwa bisa hidup dan berkembang biak secara alami.
Merupakan habitat dari suatu jenis satwa yang langka, atauhampir punah.
Memiliki kawasan yang luas, sehingga bisa menjadi habitat bagi satwa tersebut.
Contoh suaka margasatwa di Indonesia yaitu suaka marga satwa Gunung Leuser di Aceh, suaka margasatwa Baluran di Bali, suaka margasatwa Pulau Mojo di Sulawesi, dan masih banyak yang lainnya.


2. Metode Eksitu
Metode eksitu adalah sebuah upaya konservasi flora dan fauna yang dilakukan diluar habitat aslinya. Metode ini digunakan ketika habitat asli dari flora dan fauna tersebut mengalami kerusakan yang parah.

Sebuah konservasi dengan menggunakan metode eksitu harus benar-benar memperhatikan berbagai macam aspek, seperti kemiripan dengan habitat aslinya, luas wilayah, dan lingkungannya.
 
Berikut adalah jenis-jenis upaya konservasi dengan menggunkakan metode eksitu.

a. Taman Safari
Taman safari adalah salah satu upaya menjaga keanekaragaman hayati, dengan cara membuatkan suatu tempat baru yang lingkungannya dibuat semirip mungkin dengan habitat asal dari flora dan fauna tersebut.


Contohnya yaitu Taman Safari Indonesia.

b. Taman Hutan Raya
Taman hutan raya merupakan kawasan konservasi hutan yang digunakan untuk mengkoleksi flora dan fauna asli atau bersal dari tempat lain.

Taman hutan raya juga bisa dimanfaatkan sebagai tempat untuk melakukan sebuah penelitian dan kegiatan pendidikan.

Contoh taman hutan raya yaitu Taman Hutan Raya Bukit Barisan.

c. Kebun Binatang
kebun binatang merupakan suatu kawasan untuk tetap menjaga kelestarian flora dan fauna, dengan cara membuatkan suatu kandang yang sesuai dengan lingkungannya dan dibuat secara terpisah.

Ada banyak sekali kebun binatang di Indonesia, contohnya kebun binatang Ragunan, kebun binatang Gembiraloka dan lain-lain.


Baca juga: Kelas XII Wilayah dan Perwilayahan



Soal Kelas XII

Soal Kelas XII

Soal Kelas XI

Soal Kelas XI

Wednesday, 7 October 2020

Kelas XII. Sem 1. Bab 1. Wilayah dan Perwilayahan

Wilayah dan Perwilayahan


A. Pengertian Wilayah (Region)

Menurut Taylor, wilayah adalah bagian dari permukaan bumi yang berbeda dan ditunjukkan oleh sifat-sifat yang berbeda dari lainnya.

Menurut Peraturan Pemerintah Nomor 47 Tahun 1997 Tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional, wilayah adalah ruang yan merupakan kesatuan geografis beserta segenap unsur terkait padanya yang batas dan sistemnya ditentukan berdasarkaan administratif dan/ aspek fungsional.

Dapat disimpulkan, wilayah adalah area di permukaan bumi yang dibatasi oleh kenampakan tertentu yang bersifat khas dan membedakan wilayah tersebut dengan wilayah lainnya. Misalnya, wilayah hutan berbeda dengan wilayah pertanian, wilayah kota berbeda dengan perdesaan.

B. Pembagian Wilayah

1. Wilayah Formal (Uniform Region)

Wilayah yang dicirikan berdasarkan keseragaman atau homogenitas tertentu. Misalnya berdasarkan kriteria fisik atau alam maupun kriteria sosial budaya.

Wilayah formal berdasarkan kriteria fisik didasarkan pada kesamaan topografi, jenis batuan, iklim, dan vegetasi. Misalnya wilayah pegunungan kapur (karst), wilayah beriklim dingin, dan wilayah vegetasi mangrove.

Wilayah formal berdasarkan kriteria sosial budaya misalnya wilayah suku Banjar, wilayah industri tekstil, dan wilayah pertanian sawah basah.

2. Wilayah Fungsional (Nodal Region)

Wilayah yang dicirikan dengan kegiatan yang saling berhubungan antara beberapa pusat kegiatan secara fungsional. Misalnya wilayah Jabodetabek secara fisik memang berbeda (heterogen), namun secara fungsional saling berhubungan dalam memenuhi kebutuhan hidup di setiap wilayah.




C. Perwilayahan

Perwilayahan (regionalisasi) adalah suatu proses penggolongan wilayah berdasarkan kriteria tertentu. Klasifikasi atau penggolongan wilayah dapat dilakukan secara formal maupun fungsional. Dalam perencanaan pembangunan, pemerintah harus memahami kondisi suatu wilayah karena setiap wilayah memiliki kondisi yang berbeda-beda.

Penggolongan wilayah secara garis besar terbagi atas:

  • Natural Region (Wilayah Alamiah atau Fisik); berdasarkan ketampakan alami, seperti wilayah pertanian dan kehutanan.
  • Single Feature Region (Wilayah Ketampakan Tunggal); berdasarkan pada satu ketampakan, seperti wilayah berdasarkan iklim, hewan, atau iklim saja.
  • Generic Region (Wilayah Berdasarkan Jenisnya); didasarkan pada ketampakan jenis atau tema tertentu. Misalnya di wilayah hutan hujan tropis yang ditonjolkan hanyalah flora tertentu seperti anggrek.
  • Specific Region (Wilayah Spesifik atau Khusus); dicirikan kondisi grafis yang khas dalam hubungannya dengan letak, adat istiadat, budaya, dan kependudukan secara umum. Misalnya wilayah Asia Tenggara, Eropa Timur, dsb.
  • Factor Analysis Region (Wilayah Analisis Faktor); berdasarkan metoda statistik-deskriptif atau dengan metoda statistik-analitik. Penentuan wilayah berdasarkan analisis faktor terutama bertujuan untuk hal-hal yang bersifat produktif, seperti penentuan wilayah untuk tanaman jagung dan kentang.



D. Manfaat Perwilayahan (Regionalisasi)

  • Mengurutkan dan menyederhanakan informasi mengenai keanekaragaman dan gejala atau fenomena di permukaan bumi.
  • Untuk meratakan pembangunan di semua wilayah sehingga dapat mengurangi kesenjangan antar wilayah.
  • Memudahkan koordinasi berbagai program pembangunan pada tiap daerah.
  • Memantau perubahan-perubahan yang terjadi, baik gejala alam maupun manusia.

Kelas XI. Sem 1. Bab 2. Sebaran Flora dan Fauna di Indonesia

Sebaran Flora dan Fauna di Indonesia







Secara umum, persebaran flora dan fauna di Indonesia dipengaruh oleh letak geografisnya. Berdasarkan wilayah dan karakteristik flora dan faunanya, kita dapat membagi Indonesia menjadi tiga, yaitu Indonesia Barat, Tengah, dan Timur. 

Ketiga bagian ini dipisahkan oleh garis Wallace dan garis Weber: garis Wallace memisahkan Indonesia bagian barat dan tengah, sedangkan garis Weber memisahkan Indonesia tengah dan timur.



1. Indonesia Bagian Barat (Asiatis)

Flora dan fauna yang terdapat di wilayah Indonesia bagian barat disebut juga sebagai tipe Asiatis. Wilayah barat meliputi Pulau Jawa, Sumatera, dan Kalimantan. Hal ini disebabkan karena tumbuhan dan satwanya hampir sama dengan yang ditemukan di benua Asia pada umumnya.

Untuk flora, jenis-jenis yang ditemukan di wilayah barat ini sifatnya heterogen, seperti tanaman lumut, paku, jamur, meranti, mahoni, dan damar. Hal ini dikarenakan iklim hujan tropis dengan curah hujan yang tinggi.

Jenis hutan yang terdapat di bagian barat termasuk hutan hujan tropis, hutan musim, hutan sabana tropis, dan hutan bakau di pesisir pantai. Salah satu flora endemik Indonesia yang berada di wilayah barat adalah bunga bangkai Bengkulu atau Raflesia Arnoldi.

Untuk fauna, jenis-jenis yang ditemukan di sini di antaranya adalah reptil, mamalia, burung, dan ikan. Ada banyak fauna endemik Indonesia yang terdapat di bagian barat, seperti badak bercula satu, tapir, harimau Sumatera, orangutan, dan pesut Mahakam.

Baca Juga: Materi kelas XII. Wilayah dan Perwilayahan

2. Indonesia Bagian Tengah (Peralihan)

Flora dan fauna yang ditemukan di bagian tengah Indonesia disebut sebagai tipe peralihan. Wilayah Indonesia yang termasuk ke bagian tengah adalah Pulau Sulawesi, Bali, dan Nusa Tenggara.

Iklim Indonesia bagian tengah memiliki kelembaban udara dan curah hujan yang rendah. Karena itu, flora yang ditemukan di wilayah ini didominasi oleh rempah-rempah seperti pala, cengkeh, cendana, eboni, dan anggrek.



Di sisi fauna, banyak pula terdapat hewan endemik Indonesia yang menempati Indonesia bagian tengah, di antaranya adalah komodo, anoa, babi rusa, dan burung maleo.

3. Indonesia Bagian Timur (Australis)

Wilayah Indonesia yang meliputi Pulau Papua, Maluku, dan sekitarnya termasuk ke dalam bagian timur dan disebut juga sebagai tipe Australis. Hal ini disebabkan oleh karakteristik flora dan faunanya yang menyerupai flora dan fauna di benua Australia.

Bagian timur didominasi oleh hutan hujan tropis dan hutan pegunungan. Flora yang dapat ditemukan di antaranya adalah pohon sagu dan nipah. Ada pula pohon rasamala, tanaman eucalyptus, dan matoa.

Sementara itu, fauna endemik yang terdapat di Indonesia bagian timur di antaranya adalah burung cenderawasih, kasuari, nuri sayap hitam, dan kangguru pohon.